Sebagai umat Islam begitu wajib dan pantas
merasa Bahagia ketika adanya Isra Mi’raj terkhusus untuk para santri, mereka
selalu merasa Bahagia jika akan memeriahkan acara Isra Mi’raj. Mengapa demikian
mereka Bahagia? Karena Ketika acara Isra Mi’raj itu identik banyak
makanan. Tapi sih bukan makanannya yang
menjadi hal terpenting bahagianyh
melainkan kita bisa mendapat ganjaran lebih dengan bersholawat
memeriahkan acara Isra Mi’raj tersebut.
Kebanyakan
dari orang berkata bahwa memeriahkan Isra Mi’raj ini adalah bid’ah karena tidak
pernah dilakukan pada masa nabi, eitss tapi jangan khawatir dan jangan takut
dulu karena bidah itu juga ada yang baik ada yang buruk .Nah, memeriahkan Isra
Mi’raj ini termasuk bidah yang baik dan boleh dilakukan oleh umat Islam, yah
niatkan saja kita mencintai Nabi kita dengan cara mengingat peristiwa yang
pernah terjadi terhadap beliau.
Pada
malam senin tepatnya pada tanggal 28 Februari 2022 diadakan sebuah acara
Memperingati Isra Mi’raj di Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah, seluruh
santri hadir mengikutinya. Acara tersebut mengundang grup Hadroh dan Ustad
terkenal di daerah tersebut yaitu Ustad Fuad Ginan. Adanya grup hadroh dan Ustad
Ginan itu menambah semangatnya para santri dalam memeriahkan acara Isra Mi’raj.
Seketika kerinduan mereka terhadap rumah dan orang tua hilang terbayar dengan
kebahagaiannya di malam tersebut.
Acara
tersebut diadakan dengan konsep yang sederhana namun tidak mengalahkan konsepan konser BTS ataupun
boyband korea lainnya. Seluruh santri menggunakan flash Ketika bersholawat dan
flashnya itu warna warni sehingga membuat pesantren Kholafiyah pada malam itu penuh
warna.
Acara berlangsung sampai larut malam, tapi
tak membuat para santri ngantuk dan tak bersemangat melainkan semakin malam
semakin meriah saja dan suara menggema dari sholawatan para santri semakin
terdengar dan menggelegar. Kalau diandai-andai sih kayanya kampung sebelah
ngedenger tuh suara sholawatan para santri tapi kayanya sih.
Tiada
kata lagi yang bisa terucap dari para santri di malam itu selain kata Bahagia
dan hanya ada satu kalimat yang mereka ucapkan di malam itu “Perut senang hati
kenyang”. Sungguh luar biasa sekali, sesederhana itu untuk membahagiakan para
santri.