Senin, 28 Februari 2022

Kebahagiaan Santri Kholafiyah Memeriahkan Isra Mi’raj

 



    Isra Mi’raj merupakan peristiwa penting yang wajib diketahui oleh umat Islam yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW. Dari kejadian Isra Mi’raj itu ada sebuah oleh-oleh terbaik yang dibawa oleh nabi yaitu sholat yang 5 waktu. Nah, Isra mi’raj ini juga menjadi salah satu asal muasal adanya sholat 5 waktu dalam sehari semalam.

Sebagai umat Islam begitu wajib dan pantas merasa Bahagia ketika adanya Isra Mi’raj terkhusus untuk para santri, mereka selalu merasa Bahagia jika akan memeriahkan acara Isra Mi’raj. Mengapa demikian mereka Bahagia? Karena Ketika acara Isra Mi’raj itu identik banyak makanan.  Tapi sih bukan makanannya yang menjadi hal terpenting bahagianyh  melainkan kita bisa mendapat ganjaran lebih dengan bersholawat memeriahkan acara Isra Mi’raj tersebut.

            Kebanyakan dari orang berkata bahwa memeriahkan Isra Mi’raj ini adalah bid’ah karena tidak pernah dilakukan pada masa nabi, eitss tapi jangan khawatir dan jangan takut dulu karena bidah itu juga ada yang baik ada yang buruk .Nah, memeriahkan Isra Mi’raj ini termasuk bidah yang baik dan boleh dilakukan oleh umat Islam, yah niatkan saja kita mencintai Nabi kita dengan cara mengingat peristiwa yang pernah terjadi terhadap beliau.

            Pada malam senin tepatnya pada tanggal 28 Februari 2022 diadakan sebuah acara Memperingati Isra Mi’raj di Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah, seluruh santri hadir mengikutinya. Acara tersebut mengundang grup Hadroh dan Ustad terkenal di daerah tersebut yaitu Ustad Fuad Ginan. Adanya grup hadroh dan Ustad Ginan itu menambah semangatnya para santri dalam memeriahkan acara Isra Mi’raj. Seketika kerinduan mereka terhadap rumah dan orang tua hilang terbayar dengan kebahagaiannya di malam tersebut.

            Acara tersebut diadakan dengan konsep yang sederhana namun  tidak mengalahkan konsepan konser BTS ataupun boyband korea lainnya. Seluruh santri menggunakan flash Ketika bersholawat dan flashnya itu warna warni sehingga membuat pesantren Kholafiyah pada malam itu penuh warna.

Acara berlangsung sampai larut malam, tapi tak membuat para santri ngantuk dan tak bersemangat melainkan semakin malam semakin meriah saja dan suara menggema dari sholawatan para santri semakin terdengar dan menggelegar. Kalau diandai-andai sih kayanya kampung sebelah ngedenger tuh suara sholawatan para santri tapi kayanya sih.

            Tiada kata lagi yang bisa terucap dari para santri di malam itu selain kata Bahagia dan hanya ada satu kalimat yang mereka ucapkan di malam itu “Perut senang hati kenyang”. Sungguh luar biasa sekali, sesederhana itu untuk membahagiakan para santri.

           



0 komentar:

Posting Komentar